Dalam penelitian, kita sering menemukan dua jenis “signifikan”: signifikan secara teoritis dan signifikan secara praktis. Keduanya tidak selalu berjalan bersama.
1. Signifikan Teoritis (Statistik)
Ini ditentukan oleh p-value.
Jika p < 0,05, artinya perbedaan itu tidak mungkin terjadi karena kebetulan. Secara teori, efeknya nyata—meskipun sangat kecil.
Contoh:
Obat baru menurunkan tekanan darah dari 150 menjadi 148,9 mmHg. Penurunan hanya 1,1 mmHg, tapi p-value 0,002. Secara statistik signifikan, secara klinis tidak berarti.
2. Signifikan Praktis (Dampak Nyata)
Ini menilai apakah efeknya penting dalam kehidupan nyata, bukan sekadar lolos uji statistik.
Contoh:
Pabrik mengganti pelumas mesin dan produksi naik 20 unit/hari. Secara statistik, p-value = 0,18 → tidak signifikan teoritis. Namun tambahan ini menghasilkan 6.000 unit ekstra per tahun, yang berarti keuntungan puluhan juta rupiah.
Tidak signifikan secara teori, tapi sangat signifikan secara praktik.
Intinya:
- Statistik hanya memberi tahu apakah efek itu kebetulan atau tidak.
- Praktik lapangan menilai apakah efek itu penting atau tidak.
Peneliti yang baik harus melihat keduanya.
Leave a Reply